
Pulau Bidadari bukan sekadar destinasi “pelarian” singkat dari penatnya hiruk-pikuk Jakarta. Terletak hanya sekitar 15 kilometer atau 20 menit perjalanan laut dari Dermaga Marina Ancol, pulau ini menyimpan fragmen sejarah kolonial yang masih berdiri tegak hingga hari ini. Salah satu ikon utamanya adalah Benteng Martello, sebuah bangunan pertahanan melingkar yang menjadi saksi bisu pasang surut kekuasaan di Teluk Jakarta.
Mengenal Pulau Bidadari: Gerbang Sejarah di Utara Jakarta
Secara administratif, Pulau Bidadari termasuk dalam Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu. Dahulu, pulau ini dikenal dengan nama Pulau Sakit karena fungsinya pada abad ke-17 sebagai lokasi karantina bagi penderita penyakit menular, khususnya kusta.
Namun, seiring berjalannya waktu, citra pulau ini bertransformasi total. Kini, Pulau Bidadari dikenal sebagai eco-resort yang memadukan keindahan alam pantai dengan wisata edukasi sejarah. Kehadiran Benteng Martello menjadikannya unik dibandingkan pulau-pulau lain di gugusan Kepulauan Seribu.
Sejarah dan Arsitektur Benteng Martello
Benteng Martello di Pulau Bidadari dibangun oleh VOC (Verenigde Oostindische Compagnie) pada abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1850. Nama “Martello” sendiri merujuk pada desain menara pertahanan melingkar yang populer di Eropa, terinspirasi dari menara di Mortella Point, Korsika.
Struktur Bangunan yang Unik
Benteng ini memiliki karakteristik arsitektur yang sangat spesifik:
- Bentuk Melingkar: Desain ini memungkinkan pengintai dan meriam untuk menjangkau sudut pandang 360 derajat, sangat efektif untuk memantau serangan kapal musuh dari segala arah.
- Material Bata Merah: Berbeda dengan benteng-benteng besar di daratan Jawa yang sering menggunakan batu kali, Martello didominasi oleh susunan bata merah yang tebal dan kokoh.
- Ruang Logistik: Di bagian tengah atau lantai bawah, biasanya terdapat ruangan untuk menyimpan amunisi, bahan makanan, dan air bersih bagi para prajurit.
Meskipun saat ini kondisi benteng sudah tidak utuh lagi akibat letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883 yang memicu tsunami besar di Teluk Jakarta, sisa-sisa dinding setebal hampir dua meter ini masih menunjukkan betapa kuatnya pertahanan Batavia di masa lalu.
Mengapa Benteng Martello Penting bagi Pertahanan Batavia?
Pada masa kolonial, Teluk Jakarta adalah urat nadi perdagangan dunia. Bangsa Eropa, terutama Belanda dan Inggris, saling berebut dominasi. Pulau Bidadari, bersama dengan Pulau Onrust, Pulau Kelor, dan Pulau Cipir, membentuk sebuah sistem pertahanan berlapis yang disebut Stelling van Batavia.
Benteng Martello berfungsi sebagai:
- Menara Pengawas: Mendeteksi kapal asing yang mendekati pelabuhan Sunda Kelapa.
- Garis Depan Pertahanan: Menahan serangan laut sebelum musuh mencapai pusat pemerintahan di Batavia (sekarang Jakarta Kota).
- Perlindungan Gudang Logistik: Menjaga aset-aset VOC yang disimpan di pulau-pulau sekitar.
Pengalaman Wisata di Pulau Bidadari
Mengunjungi Pulau Bidadari memberikan sensasi time travel. Setelah mendarat di dermaga kayu yang estetik, pengunjung akan disambut oleh pepohonan rindang, termasuk pohon Perdamaian (Erythrina variegata) yang sudah berusia ratusan tahun.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan:
- Wisata Sejarah & Fotografi: Benteng Martello adalah objek foto paling ikonik. Tekstur bata merah yang kontras dengan langit biru dan laut jernih menciptakan komposisi Instagramable sekaligus dramatis.
- Menjelajah Reruntuhan: Wisatawan diperbolehkan berjalan di sekitar reruntuhan benteng untuk melihat lebih dekat teknik konstruksi masa lalu.
- Edukasi Sejarah: Terdapat papan informasi yang menjelaskan kronologi pembangunan dan fungsi benteng, cocok untuk wisata sekolah atau keluarga.
- Menikmati Sunset: Lokasi benteng yang berada di tepi pantai menjadikannya titik terbaik untuk melihat matahari terbenam dengan latar belakang siluet reruntuhan bersejarah.
Akses dan Lokasi: Cara Menuju Pulau Bidadari
Bagi Anda yang merencanakan kunjungan, akses menuju Pulau Bidadari sangatlah mudah. Secara geografis, posisinya paling dekat dengan daratan Jakarta dibandingkan pulau wisata lainnya seperti Pulau Pari atau Pulau Tidung.
- Titik Keberangkatan: Dermaga Marina Ancol (Dermaga 15 atau 17).
- Waktu Tempuh: Sekitar 20–30 menit menggunakan speedboat.
- Jadwal: Biasanya kapal berangkat pukul 08.00 atau 09.00 WIB dan kembali pada sore hari pukul 16.00 WIB.
Tips Wisata: Karena Pulau Bidadari dikelola sebagai resor, disarankan untuk mengambil paket One Day Trip atau menginap di cottage yang tersedia untuk pengalaman yang lebih maksimal.
Melestarikan Warisan Budaya Kepulauan Seribu
Keberadaan Benteng Martello di Pulau Bidadari adalah pengingat bahwa Jakarta memiliki sejarah maritim yang luar biasa kaya. Upaya konservasi terus dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta dan pihak pengelola untuk memastikan struktur bata merah ini tidak tergerus oleh abrasi air laut dan usia.
Sebagai wisatawan yang bijak, kita berkewajiban untuk:
- Tidak memanjat atau merusak struktur dinding benteng yang sudah rapuh.
- Tidak mencoret-coret (vandalisme) pada situs sejarah.
- Menjaga kebersihan area pulau agar ekosistem tetap terjaga.


